Selasa, 28 Oktober 2014

Review Jurnal

Jurnal: Klara I.  BUDAYA ORGANISASI, KOMITMENORGANISASIONAL, DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN 
Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma 
Jl. MargondaRaya No. 100Depok 16424, Jawa Barat 
klara_innata@yahoo.com 

Tujuan: 
Untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan komitmen organisasional terhadap kepuasan kerja. 

Subjek Penelitian:
Penelitian inidilakukan terhadap 75 karyawan PT. X yang berlokasi di Jakarta Selatan, baik berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan.

Metode Penelitian:
Kepuasan kerja akan diukur menggunakan skala kepuasan kerja yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan  Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) yang disusun oleh Weiss, Dawis, England dan Louquist (1967). Pada penelitian ini digunakan MSQ versi pendek yang terdiri dari 20 item, berbentuk skala Likert. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive – insidental non random sampling, yaitu karyawan dengan masakerja minimal 1 (satu) tahun. Dengan asumsi bahwa subjek sudah mulai menginternalisasikan kondisi-kondisi yang terdapat dalam organisasinya. Pengujian validitas untuk skala kepuasan kerja, skala budaya organisasi dan skala komitmen organisasional dilakukan dengan validitas konstrak (construct validity). Sedangkan pengujian reliabilitas alat ukur diuji kembali dengan menggunakan analisis varian alpha cronbach. Analisis data untuk mengetahui koefisien validitas dan reliabilitas dilakukan dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS ver 12.00 for Windows.

Hasil Penelitian:
Menunjukkan bahwa budaya organisasi yang ditangkap, diterapkan dalam perusahaan ini oleh karyawan cukup tinggi. Hasil analisis data dari penelitian yang telah dilakukan pada karyawan PT. X dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari budaya organisasi terhadap kepuasan kerja.

Kelebihan Penelitian:
Kekuatan penelitian ini adalah alat yang digunakan dalam penelitian berupa kuesioner cukup mudah digunakan oleh subjek penelitian sehingga dalam pengambilan datanya tidak dibutuhkan waktu yang lama seperti pada metode kualitatif.

Selasa, 07 Oktober 2014

Perencanaan Bisnis.

Berbicara soal perencanaan bisnis, remaja seumuran kami mungkin mempunyai banyak sekali mimpi untuk membuat beberapa bisnis. Begitupun dengan saya, saya mempunyai beberapa angan-angan untuk mempunyai bisnis seperti membuka restoran, peternak ikan air tawar, hingga jasa travel. Namun karena jiwa saya yang senang dengan travelling ala-ala backpacker saya ingin sekali mengembangkan jasa travel ini menjadi bisnis.


  1. Mengapa Travel? (Why)
          Pada jaman modern dan serba maju seperti ini orang-orang dengan kalangan "di atas rata-rata" menginginkan perjalanan liburan mereka itu dengan cara yang praktis dan tidak repot. Mereka hanya perlu mencari travel atau jasa perjalanan untuk menuju ke tempat destinasi liburan mereka. Saya melihat peluang ini untuk menjadi sebuah bisnis, apalagi sekarang Indonesia mulai di kenal oleh para wisatawan asing sebagai surganya tempat liburan mulai dari Gunung, Pantai dan juga Caving.

    2.   Dimana Travel akan saya bangun? (Where)
                  
                 Untuk tempat sendiri, dengan beberapa perjalanan yang pernah saya lakukan saya akan membangun jasa travel pertama saya ini di Jawa Timur tepatnya di kota Malang, Mengapa harus Malang? karena di kota kelahiran saya ini *curcol*  banyak sekali destinasi wisata mulai dari Gunung Semeru yang terkenal lewat film 5cm, Pulau Sempu, Gunung Bromo, Coban Rondo, Candi Singosari hingga agrowisata di Kota Batu. Namun destinasi liburan tidak hanya terfokus di Kota ini saja, banyak juga tempat-tempat lain seperti di Kota Jember dan juga Banyuwangi. Jika di Kota Jember para wisatawan bisa menikmati indahnya pantai salah satunya yang terkenal adalah Papuma jika di Banyuwangi wisatawan bisa liburan di "Blue Fire" kawah ijen, pantai merah, green bay serta taman nasional Baluran.

   3.   Siapa target dan yang akan menjalankan bisnis ini?? (Who)
              
            Bisnis ini saya sendiri yang akan menjalankannya dan saya juga yang akan mengantarkan para wisatawan ke tempat yang mereka ingin kunjungi. Target? Berbicara tentang target, target utama saya adalah mahasiswa mengapa demikian karena mahasiswa saat ini senang sekali pergi berlibur apalagi saat akhir pekan atau saat libur semester tetapi bukan hanya mahasiswa saja target saya namun juga wisatawan lokal ataupun asing.

   4.    Apa yang berbeda travel saya dengan travel lain? (What)

                  Saat ini remaja atau mahasiswa senang sekali berlibur dengan backpacker, saya akan menerapkan sistem backpacker ini dalam jasa travel yang saya kelola. Di sini para wisatawan akan menikmati tempat liburan yang indah namun dengan budget yang sangat murah. Murah disini bukan berarti murahan, akan tetapi wisatawan akan di ajak untuk merasakan perjalanan dengan cara yang berbeda namun masih tetap mendapatkan servis yang oke. 

  5.     Kapan? (When)

                 Waktu yang pas adalah saat libur semester, lebaran, natal serta tahun baru. Di saat inilah banyak sekali wisatawan yang berlibur untuk menghabiskan waktu luang atau untuk sekedar menikmati indahnya alam.

  6.    Bagaimana memasarkan bisnis ini? (How)
                    
                    Hampir setiap remaja atau masyarakat umum saat ini pasti mempunyai sosial media entah itu Instagram, Path, Twitter, Facebook dll. Lewat sosial media-lah saya akan memasarkan atau menawarkan jasa travel yang saya punya ini tidak perlu bayar mahal untuk mengiklankan jasa ini.