Selasa, 13 Januari 2015

Stress dan Konflik dalam manajement.
1.      Stress.
Ø  Stres adalah, suatu kondisi dinamis dimana individu yang di hadapkan pada peluang, tuntutan atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu dan hasilnya tidak pasti dan penting.
Ø  Sumber stress pada manusia meliputi beberapa faktor, yaitu:
a.       Faktor Lingkungan
b.      Faktor Organisasi
c.       Faktor Pribadi
Ø Ada 2 pendekatan terhadap stress pada manusia:
a.       Pendekatan individu melalui meditasi yaitu berkonsentrasi kealam pikiran dan menenangkan emosi
b.      Pendekatan perusahaan, melakukan aktivitas untuk mendapatkan kepuasan sosial.
2.      Konflik
Ø Konflik adalah situasi dimana keinginan atau kehendak yang berbeda atau berlawanan antara yang satu dengan yang lain, sehingga salah satu atau keduanya saling terganggu.
Ø Ada lima jenis konflik dalam kehidupan Organisasi
a.       Konflik dalam diri individu
b.      Konflik antar individu dalam organisasi yang sama
c.       Konflik antar individu dan kelompok
d.      Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok
e.       Konflik antar organisasi yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara.
Ø Jenis – Jenis Konflik Kerja :

Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada lima jenis konflik yaitu :

a.    Konflik Intrapersonal
Konflik intrapersonal adalah konflik seseorang dengan dirinya  sendiri.



b. Konflik Interpersonal
Konflik Interpersonal adalah pertentangan antar seseorang         dengan orang lain karena pertentengan kepentingan atau keinginan.
c. Konflik antar individu-individu dan kelompok-kelompok
Hal ini seringkali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka.
d. Konflik antara kelompok dalam organisasi yang sama
Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasiorganisasi. Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja – manajemen merupakan dua macam bidang konflik antar kelompok.
e. Konflik antara organisasi
Contoh seperti di bidang ekonomi dimana Amerika Serikat dan negara-negara lain dianggap sebagai bentuk konflik, dan konflik ini biasanya disebut dengan persaingan.


Control Dalam Manajemen.
Fungsi Pengendalian/pengawasan merupakan suatu unsur manajemen untuk melihat apakah segala kegiatan yang dilaksanakan telah sesuai dengan rencana yang digariskan dan disamping itu merupakan hal yang penting pula untuk menentukan rencana kerja yang akan datang.
Ada beberapa defini dari para ahli:
1.     Konntz dan O’Donnell (1964), mengartikan bahwa pengendalian atau pengawasan adalah pengukuran atau perbaikan terhadap pelaksanaan kerja bawahan agar rencana-rencana yang telah dibuat untuk mencapai tujuan organisasi dapat terselenggara dengan baik. Dalam uraian tersebut menggambarkan bahwa pengendalian atau pengawasan dapat dirumuskan sebagai proses penentuan apa yang akan dicapai, yaitu standar apa yang sedang dilakukan berupa; pelaksanaan, dan bila mana perlu melakukan perbaikan-perbaikan, sehingga pelaksanaannya sesuai dengan rencana yang ditetapkan.
2.     George R. Terry, menyatakan bahwa pengawasan adalah proses penentuan apa yang akan dicapai , yaitu standar, apa yang sedang dihasilkan, yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan dan bila perlu mengambil tindakan korektif sehingga pelaksanaan dapat berjalan sesuai rencana, yaitu sesuai standar. Juga merumuskam pengendalian (controlling) sebagai suatu usaha untuk meneliti kegiatan-kegiatan yang telah akan dilaksanakan.
Dapat di simpulkan bahwa adanya hubungan yang erat antara perencanaan dan pengendalian. Perencanaan adalah suatu proses dimana tujuan organisasi dan metode untuk mencapai tujuan di tetapkan sedangkan pengendalian adalah proses yang mengukur dan mengarahkan kinerja aktual kepada tujuan yang direncanakan organisasi.
Ada 4 elemen dasar dalam sistem kontrol, yaitu:
1.    Karakteristik atau kondisi yang akan dikontrol
2.    Sensor
3.    Komparator
4.    Aktivator

Elemen ini dapat di artikan sebagai berikut:
1.      Elemen yang pertama, karakteristik atau kondisi dari sistem yang akan dikontrol. Karakteristik dapat berupa output dari sistem tahap pemrosesan atau mungkin suatu kondisi yang merupakan hasil dari sistem.
2.      Elemen yang kedua adalah kontrol adalah sensor, merupakan sarana untuk mengukur karakteristik atau kondisi
3.      Elemen ketiga kontol adalah komparator, menentukan kebutuhan koreksi dengan membandingkan apa yang terjadi dengan apa yang telah di rencanakan.
4.      Elemen keempat kontrol adalah aktivator, adalah tindakan korektif diambil untuk mengembalikan sistem ke output yang di harapkan.
Sumber:
Henri Fayol (1949). General and Industrial Management. New York: Pitman Publishing. pp. 107-109. Dari http://en.wikipedia.org/wiki/Control_%28management%29, 24 November 2013
Robert J. Mockler (1970).Readings in Management Control. New York: Appleton-Century-Crofts. pp. 14-17. Dari http://en.wikipedia.org/wiki/Control_%28management%29, 24 November 2013
Richard Arvid Johnson (1976). Management, systems, and society: an introduction. Pacific Palisades,Calif.:GoodyearPub.Co.pp.148-152Dari http://en.wikipedia.org/wiki/Control_%28management%29, 24 November 2013