#SIP CBIS (Computer Base Information System)
Artikel ini akan membahas mengenai CBIS atau sistem informasi berbasis
komputer.
Namun kita harus tahu
dulu apa itu sistem informasi berbasis komputer. Ada tiga definisi sistem
informasi menurut para ahli.
Menurut Laudon dan
Laudon (2010) Sistem Informasi merupakan komponen yang saling bekerja sama
untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan dan menyebarkan informasi untuk
mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, pengendalian, analisis masalah dan
visualisasi dalam sebuah organisasi.
Sistem Informasi
juga merupakan kombinasi dari sejumlah komponen (manusia, komputer, teknologi
informasi) yang akan memproses data menjadi informasi untuk mencapai suatu
sasaran atau tujuan (Kadir, 2003).
Hal senada juga
dijelaskan oleh Sutedja, (2006) Sistem informasi merupakan kesatuan
elemen-elemen yang saling berinteraksi secara sistematis dan teratur untuk
menciptakan dan membentuk aliran informasi yang akan mendukung pembuatan
keputusan dan melakukan control terhadap jalannya perusahaan.
Jadi dapat
disimpulkan Sistem Informasi adalah kombinasi dari sejumlah komponen yang
saling beriteraksi secara sistematis yang membentuk aliran informasi yang
nantinya mencapai suatu sasaran atau tujuan.
Kemudian definisi komputer saat ini bukanlah semata-mata sebagai alat hitung
saja tetapi adalah suatu alat hitung dengan konstruksi elektronika yang
mempunyai storage internal (tempat penyimpanan) dan bekerja dengan bantuan
sistem operasi (operating system) menurut program-program yang diberikan
kepadanya.
Ada pula program yaitu rangkaian perintah yang sistematis yang disimpan dalam
satu file sehingga menghasilkan satu hasil yang dikehendaki. (Abdul Kadir,
2000).
Computer Based
Information System (CBIS) atau yang dalam
Bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan
sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan
untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Beberapa istilah yang terkait
dengan CBIS yang akan dibahas pada bagian ini antara lain adalah data,
informasi, sistem, sistem informasi dan “basis komputer” sebagai kata kuncinya.
CBIS atau Computer Base Information
System, mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam
sebuah sistem informasi , meskipun secara teoritis,
penerapan sebuah sistem informasi memang tidak harus
menggunakan komputer dalam kegiatannya, namun pada prakteknya dengan data dan
kebutuhan informasi yang begitu kompleks maka peran teknologi komputer begitu
dibutuhkan. Peran komputer yang dikenal dengan istilah “computer based”
digunakan untuk mengolah informasi dalam sebuah sistem maka disebut “Computer
Base Information System” atau sistem informasi berbasis komputer.
CBIS diharapkan dapat menghasilkan informasi
yang berkualitas, sehingga mempunyai tujuan organisasi (user)
dapat tercapai secara effisien dan efektif dengan hasil yang maksimal dalam
proses yang optimal dan lima hal pokok manfaat dari Sistem Informasi
dalam pengendalian Manajemen Organisasi, adalah:
· Penghematan waktu (time saving)
· Penghematan biaya (cost saving)
· Peningkatan efektivitas (effectiveness)
· Pengembangan teknologi (technology development)
· Pengembangan personil akuntansi (accounting staff development)
Evolusi CBIS
Fokus awal pada data.
Komputer pertama pertama terbatas
pada aplikasi akutansi (tahun 1950-an). Aplikasi akuntansi pertama, EDP (electronic
Data Processing). EDP kemudian disingkat DP (data processing). Perusahaan
menggunakan istilah sistem informasi akuntansi (SIA), sudah menghasilkan
beberapa informasi sebagai hasil sampingan proses akuntansi.
Fokus baru pada informasi.
Tahun 1964 diperkenalkan komputer
baru yang menggunakan sirkuit kepingan silikon yang mampu memproses lebih
banyak. Mulai konsep penggunan komputer sebagai SIM (sistem informasi
manajemen) untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Implementasi
Sim malah gagal, kemudian kembali ke DP lagi.
Fokus pada komunikasi.
Saat DSS berkembang, office
Automation (OA) juga dikembangkan. OA memudahkan komunikasi dan
meningkatkan produktivitas manajer dan pekerja kantor melalui alat-alat
elektronik. OA awal magnetic tape, word processing, kemudian
berkembang teleconferencing, voice mail, email, electronic calendering,
fax,dll. OA dikenal dengan kantor maya (virtual office).
Fokus pada konsultansi.
Mulai dikembangkan aplikasi
kecerdasan buatan khususnya sistem pakar sebagai seorang spesialis di suatu
area, contohnya berfungsi sebagai konsultan manajemen, namun kecerdasannya
tidak berkembang.
Diatasi dengan penggunaan jaringan
saraf manusia yang merupakan analog matematik dan elektronik dari manusia.
Kesemuannya dikenal dengan knowledge base system (sistem
berbasis pengetahuan).

Referensi
Abdul Kadir,
(2000), Konsep dan Tuntunan
Praktis Basis Data, Andi, Yogyakarta.
Abdul Kadir.
(2003). Pengenalan Informasi
Manajemen. Yogyakarta: Andy Offset.
Budi Sutedjo Dharma
Oetomo, 2006, Perencanaan dan Pembangunan Sistem Informasi Sistem
Informasi, Penerbit andi, Yogyakarta.
http://dokumen.tips/documents/8-konsep-cbis-55b3479f8454b.html.
Diakses pada tanggal 08 November 2015
Laudon, Kenneth C
dan Jane P. Laudon. 2007. Sistem
Informasi Manajemen. Edisi ke-10. Terjemahan
Chriswan Sungkono dan Machmudin Eka P. Jakarta: Salemba Empat.
Wahyono,. T.
(2003). www.ilmukomputer.com
www.
Informatika.web.id
www.
dosenpendidikan.com
www.
kuliah.dinus.ac.id