Selasa, 29 Desember 2015

#SIP Desain Sistem Informasi Psikologi

Sensation seeking didefinisikan oleh Zuckerman (1994), sebagai kebutuhan untuk suatu perubahan, pengalaman baru, luar biasa dan kompleks dan kesediaan mengambil resiko fisik dan resiko sosial hanya untuk mendapatkan sebuah pengalaman.
Menurut Rachmana (2002), dorongan mencari sensasi adalah sebuah sifat (trait) yang ditandai dengan kebutuhan berbagai macam sensasi dan pengalaman-pengalaman yang baru. Luar biasa dan kompleks serta kesediaan untuk mengambil resiko.
Menurut.Kopp,.et.al (2002), berpendapat bahwa individu pencari sensasi sering bertujuan untuk mendapatkan kegairahan dan meningkatkan rangsangan yang optimal dan akan cenderung mencari stimulus baru dan luar biasa, mungkin saja berbahaya bagi orang lain dan yang akan menimbulkan kecemasan dan perasaan tidak menyenangkan.
Karakteristik Sensation Seeking
Zuckerman (1994) menyatakan bahwa individu dengan tingkat sensation seeking atau dorongan mencari sensasi tertentu memiliki beberapa karakteristik, antara lain:
a.       Terlibat dalam aktivitas hidup beresiko tinggi dalam kegiatan berolahraga, profesi, pekerjaan dan hobi.
b.      Menyukai situasi fobia yang umum, seperti kegelapan, ketinggian, hedalaman dan hewan berbahaya.
c.       Mempunyai keberanian ekstrim.
d.      Menyukai segala hal yang menantang.
e.       Dapat menikmati segala sesuatu yang berbahaya.
f.       Menganggap segala situasi kurang beresiko.
g.      Terlibat dalam perilaku beresiko kecenderungan melakukan hal yang berbahaya.
h.      Banyak melakukan spekulasi.
i.        Suka bepergian ke tempat berbahaya.
j.        Keluar dari situasinya karena tidak mendapatkan stimulasi seperti yang diinginkan.





Sistem Pakar Untuk Menerapkan Sensation

Bagian diatas adalah proses penggunaan sistem pakar SRL, dimana pengguna PC/Laptop yang terhubung dengan internet. User membuka website dan merequest ke website server, kemudian website server merequest database. Database menampilkan kembali data ke website sistem pakar dalam bentuk yang mudah dipahami.
Use Case sistem pakar
Use case digunakan untuk memodelkan dan menyatakan unit fungsi atau layanan yang disediakan oleh sistem (atau bagian sistem: subsistem atau class) ke pemakai. Use case dapat dilingkupi dengan batasan sistem yang diberi label nama sistem. Use case adalah sesuatu yang menyediakan hasil yang dapat diukur ke pemakai atau sistem eksternal.


 
























 Tampilan Aplikasi

1.      Biodata Diri

      Minat

 Ketertarikan pada salah satu Olahraga Ekstreem.



Indikasi

   

Referensi
Kopp-Gatzke, M. L., Raine, A., Loeber, R., Stouthamer- Louber, M., Steinhauer, R. S. (2002). Serious delinquent behavior, sensation seeking, and elektrodermal arousal. Journal of abnormal child psychology, 30, 5, 477-486

Rachmana, R. S. (2002). Dorongan mencari sensasi dan perilaku pengambilan resiko pada mahasiswa. Jurnal psikologika, Vol 7, No. 14.

Zuckerman, M. (1994). Behavioral expressions and biosocial bases of sensation seeking. New York: Cambridge Press.



Senin, 28 Desember 2015

#SIP AI (Artificial Intelligence) dan Sistem Pakar.
Sistem pakar merupakan suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik. Jenis program ini pertama kali dikembangkan oleh periset kecerdasan buatan (AI) pada kurun waktu 1960-an dan 1970- an dan diterapkan secara komersial selama 1980-an. Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisa informasi mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut. Menurut Setiawan (2003) sistem pakar adalah cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas.
Kaitannya AI dan Sistem Pakar yaitu:
AI dan sistem pakar sama-sama memudahkan penyelesaian masalah manusia seperti dalam perhitungan, dan biasanya akan lebih konsisten dalam menerapkan logika sebab digunakannya dalam metode heuristic. AI dan Sistem Pakar persamaannya berbasis komputer yang terdapat adanya fakta, pengetahuan, dan memecahkan masalah yang biasanya dilakukan para ahli.
Perbedaan AI dengan sistem pakar
Ide dasar dari sistem pakar sebenarnya adalah: kepakaran ditransfer dari seorang pakar (atau sumber kepakaran yang lain) ke komputer, pengetahuan yang ada disimpan dalam komputer, dan pengguna dapat berkonsultasi pada komputer itu untuk suatu nasehat, lalu komputer dapat mengambil inferensi (menyimpulkan, mendeduksi, dll.) seperti layaknya seorang pakar, kemudian menjelaskannya ke pengguna tersebut, bahkan bila perlu dengan alasannya. Sedangkan AI menurut (Kusumadewi, 2003) adalah salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin/ komputer dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia.
ELIZA
Eliza adalah salah satu Sistem Pakar yang paling awal dikembangkan. Ini adalah program komputer berbasis terapis yang dibuat oleh Joseph Weizenbaum di MIT. Pengguna berkomunikasi dengan bahasa sehari-hari sebagaimana sedang berkonsultasi dengan seorang terapis.
PARRY
Parry adalah Sistem Pakar yang juga paling awal dikembangkan di Stanford University oleh seorang psikiater, Kenneth Colby yang mensimulasikan seorang paranoid.
NETtalk
Nettalk adalah program berdasarkan jaringan-jaringan neuron, dikembangkan oleh Terry Sejnowski yaitu jaringan neural berisi lapisan tersembunyi yang berkorespondensi dengan interneuron.

Referensi
Agung Setiawan. 2003. Pengantar Sistem Komputer. Informatika. Bandung.
http://web.unair.ac.id/admin/file/f_12451_23ssd.pdf
Kusumadewi, S. 2003. Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Yogyakarta: Graha Ilmu.
#SIP Artificial Intelligence.\

Sejarah Kecerdasan Buatan (AI), tahun 1950-an Alan Turing, seorang pionir AI dan ahli matematika inggris melakukan percobaan yang dinamakan Turing Test yaitu sebuah komputer melalui terminalnya ditempatkan pada jarak jauh. Di ujung yang satu ada terminal dengan software AI dan di ujung lain ada sebuah terminal dengan seorang operator. Operator itu tidak mengetahui kalau di ujung terminal lain dipasang software AI. Mereka berkomunikasi dimana terminal di ujung memberikan respon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan operator. Dan sang operator itu mengira bahwa ia sedang berkomunikasi dengan operator lainnya yang berada pada terminal lain. Turing beranggapan bahwa jika mesin dapat membuat seseorang percaya bahwa dirinya mampu berkomunikai dengan orang lain, maka dapat dikatakan bahwa mesin tersebut cerdas (seperti layaknya manusia).
Kecerdasan buatan adalah salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin/ komputer dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia (Kusumadewi, 2003).
Sedangkan Kristanto menyatakan bahwa kecerdasan buatan adalah bagian dari ilmu pengetahuan komputer yang khusus ditujukan dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam sistem kecerdasan komputer. Sistem memperlihatkan sifatsifat khas yang dihubungkan dengan kecerdasan dalam kelakuan yang sepenuhnya bisa menirukan beberapa fungsi otak manusia, seperti pengertian bahasa, pengetahuan, pemikiran, pemecahan masalah dan sebagainya (Kristanto, 2004).
Hal senada juga dijelaskan oleh Rich dan Knight (dalam Kusrini, 2006) yang mendefinisikan kecerdasan buatan (AI) sebagai sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.
Menurut Winston dan Prendergast (1984), tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah:
a. Membuat mesin menjadi lebih pintar.
b. Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu.
c. Membuat mesin menjadi lebih berguna.
Dalam hal ini kaitan kecerdasan buatan dengan kognisi manusia yaitu, kecerdasan buatan diciptakan oleh manusia, dioperasikan juga oleh manusia. Jadi, erat sekali hubungan kecerdasan buatan (AI) dengan kognisi manusia. Manusia menciptakan kecerdasan buatan (AI) disesuaikan dengan cara kerja otak manusia, namun AI membutuhkan perintah dari manusia terlebih dahulu untuk melaksanakan tugasnya, berbeda dengan kerja otak manusia yang sudah disebutkan dalam perbandingan AI dengan kognisi manusia di atas.


Daftar Pustaka
Kusumadewi, S. 2003. Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kusrini. 2006. Sistem Pakar, Teori dan Aplikasi.Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET.
Kristanto, Andri. 2004. Kecerdasan Buatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.


Minggu, 08 November 2015

#SIP Software Pengolah Database

Apache Derby
Pengolah database ini sebelumnya lebih dikenal dengan nama IBM Cloudscape. Apache Derby adalah aplikasi pengolah database yang sifatnya open source dan dikembangkan oleh Apache Software Foundation. Apache Derby biasanya digunakan di program Java dan untuk memproses transaksi online.

MySQL


Macam-macam software databaseMySQL adalah sebuah implementasi dari sistem manajemen basisdata relasional (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Setiap pengguna dapat secara bebas menggunakan MySQL, namun dengan batasan perangkat lunak tersebut tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. 


PostgreSQL


Macam-macam software database



PostgreSQL adalah sebuah sistem basis data yang disebarluaskan secara bebas menurut Perjanjian lisensi BSD. Piranti lunak ini merupakan salah satu basis data yang paling banyak digunakan saat ini, selain MySQL dan Oracle. PostgreSQL menyediakan fitur yang berguna untuk replikasi basis data. Fitur-fitur yang disediakan PostgreSQL antara lain DB Mirror, PGPool, Slony, PGCluster, dan lain-lain 

PostgreSQL adalah sistem database yang kuat untuk urusan relasi, open source. Memiliki lebih dari 15 tahun pengembangan aktif dan sudah terbukti segala rancangan arsitekturnya telah mendapat reputasi tentang kuat, handal, integritas data, dan akurasi data.

Microsoft Access 2010
Mangkulo (2010) mengatakan bahwa microsoft Access adalah salah satu program aplikasi database produksi dari Microsoft. Microsoft Access merupakan bagian dari aplikasi Microsoft Office.  Menurut Falahmicrosoft access adalah sebuah program database management system (DBMS). Bisa dikatakan Microsoft Access merupakan program aplikasi database yang digunakan untuk merancang, membuat dan mengelola database secara mudah dan cepat. Ini dikarenakan oleh kemudahanya dalam pengolahan berbagai jenis database serta hasil akhir berupa laporan dengan tampilan dengan desain yang lebih menarik. Fungsi utama Access adalah mengelolah dan mengorganisasi data agar mudah dilihat dan diakses. Lebih dari itu dengan Access Kamu dapat mencari, mengelompokan, mengurutkan, dan menghapus data lebih mudah. Dibandingkan program sejenis Access lebih mudah dipergunakan dan disukai karena untuk membuat database dalam Access Kamu tidak menemukan baris-baris program. Pembuatan database semua dilakukan secara visual dan mudah. Access dapat dioperasikan dengan Operating System keluarga Windows, maka kemampuan dan dukungan fitur-fitur luar dapat digunakan dalam Access, seperti VBA, OLE, XML.



Referensi
Falah. https://ww.academia.edu.7871424/Mengenal_Microsoft_Access. diakses pada 08 November 2015
http://www.semukan.com/2015/01/macam-macam-software-database.html. diakses pada 08 November 2015
http://www.technogrezz.com/2013/12/nama-nama-program-pengolah-database.html. diakses pada 08 November 2015


#SIP CBIS (Computer Base Information System)

Artikel ini akan membahas mengenai CBIS atau sistem informasi berbasis komputer.


      Namun kita harus tahu dulu apa itu sistem informasi berbasis komputer. Ada tiga definisi sistem informasi menurut para ahli.
            Menurut Laudon dan Laudon (2010) Sistem Informasi merupakan komponen yang saling bekerja sama untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan dan menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, pengendalian, analisis masalah dan visualisasi dalam sebuah organisasi.
            Sistem Informasi juga merupakan kombinasi dari sejumlah komponen (manusia, komputer, teknologi informasi) yang akan memproses data menjadi informasi untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan (Kadir, 2003).­­­
             Hal senada juga dijelaskan oleh Sutedja, (2006) Sistem informasi merupakan kesatuan elemen-elemen yang saling berinteraksi secara sistematis dan teratur untuk menciptakan dan membentuk aliran informasi yang akan mendukung pembuatan keputusan dan melakukan control terhadap jalannya perusahaan.

Jadi dapat disimpulkan Sistem Informasi adalah kombinasi dari sejumlah komponen yang saling beriteraksi secara sistematis yang membentuk aliran informasi yang nantinya mencapai suatu sasaran atau tujuan.

       Kemudian definisi komputer saat ini bukanlah semata-mata sebagai alat hitung saja tetapi adalah suatu alat hitung dengan konstruksi elektronika yang mempunyai storage internal (tempat penyimpanan) dan bekerja dengan bantuan sistem operasi (operating system) menurut program-program yang diberikan kepadanya.

       Ada pula program yaitu rangkaian perintah yang sistematis yang disimpan dalam satu file sehingga menghasilkan satu hasil yang dikehendaki. (Abdul Kadir, 2000).

Computer Based Information System (CBIS) atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS yang akan dibahas pada bagian ini antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan “basis komputer” sebagai kata kuncinya.

CBIS atau Computer Base Information System, mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi , meskipun secara teoritis, penerapan sebuah sistem informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya, namun pada prakteknya dengan data dan kebutuhan informasi yang begitu kompleks maka peran teknologi komputer begitu dibutuhkan. Peran komputer  yang dikenal dengan istilah “computer based” digunakan untuk mengolah informasi dalam sebuah sistem maka disebut “Computer Base Information System” atau sistem informasi berbasis komputer.

CBIS diharapkan dapat menghasilkan informasi yang berkualitas, sehingga mempunyai  tujuan organisasi (user) dapat tercapai secara effisien dan efektif dengan hasil yang maksimal dalam proses yang optimal dan lima hal pokok  manfaat dari Sistem Informasi dalam pengendalian Manajemen Organisasi, adalah:




·                     Penghematan waktu (time saving)
·                     Penghematan biaya (cost saving)
·                     Peningkatan efektivitas (effectiveness)
·                     Pengembangan teknologi (technology development)
·                     Pengembangan personil akuntansi (accounting staff development)

Evolusi CBIS
Fokus awal pada data.

Komputer pertama pertama terbatas pada aplikasi akutansi (tahun 1950-an). Aplikasi akuntansi pertama, EDP (electronic Data Processing). EDP kemudian disingkat DP (data processing). Perusahaan menggunakan istilah sistem informasi akuntansi (SIA), sudah menghasilkan beberapa informasi sebagai hasil sampingan proses akuntansi.

Fokus baru pada informasi.


Tahun 1964 diperkenalkan komputer baru yang menggunakan sirkuit kepingan silikon yang mampu memproses lebih banyak. Mulai konsep penggunan komputer sebagai SIM (sistem informasi manajemen) untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Implementasi Sim malah gagal, kemudian kembali ke DP lagi.


Fokus pada komunikasi. 


Saat DSS berkembang, office Automation (OA) juga dikembangkan. OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas manajer dan pekerja kantor melalui alat-alat elektronik. OA awal magnetic tape, word processing, kemudian berkembang teleconferencing, voice mail, email, electronic calendering, fax,dll. OA dikenal dengan kantor maya (virtual office).


Fokus pada konsultansi.


Mulai dikembangkan aplikasi kecerdasan buatan khususnya sistem pakar sebagai seorang spesialis di suatu area, contohnya berfungsi sebagai konsultan manajemen, namun kecerdasannya tidak berkembang.

Diatasi dengan penggunaan jaringan saraf manusia yang merupakan analog matematik dan elektronik dari manusia. Kesemuannya dikenal dengan knowledge base system (sistem berbasis pengetahuan).









Referensi

Abdul Kadir, (2000), Konsep dan Tuntunan Praktis Basis Data, Andi, Yogyakarta.
Abdul Kadir. (2003). Pengenalan Informasi Manajemen. Yogyakarta: Andy Offset.
Budi Sutedjo Dharma Oetomo, 2006, Perencanaan dan Pembangunan Sistem Informasi Sistem
            Informasi, Penerbit andi, Yogyakarta.
http://dokumen.tips/documents/8-konsep-cbis-55b3479f8454b.html. Diakses pada tanggal 08 November 2015
Laudon, Kenneth C dan Jane P. Laudon. 2007. Sistem Informasi Manajemen. Edisi ke-10. Terjemahan
            Chriswan Sungkono dan Machmudin Eka P. Jakarta: Salemba Empat.
Wahyono,. T. (2003). www.ilmukomputer.com
www. Informatika.web.id
www. dosenpendidikan.com
www. kuliah.dinus.ac.id