Minggu, 11 Oktober 2015

#SIP Arsitektur Komputer dan Struktur Kognisi Manusia

Andhika Mardani Putra         
4PA08/10512746
·         Arsitektur Komputer.
Tantangan yang dihadapi oleh individu pada masa kini adalah adanya bermacam-macam komputer dan perkembangan yang pesat dibidang komputer, namun demikian konsep dasar organisasi komputer telah digunakan secara konsisten secara menyeluruh. Komputer adalah sebuah mesin hitung elektronik yang secara cepat menerima informasi masukan digital dan mengolah informasi tersebut menurut seperangkat instruksi yang tersimpan dalam komputer tersebut dan menghasilkan keluaran informasi yang dihasilkan setelah diolah. Dibawah ini adalah Unit fungsional dasar pada komputer.
Oval: Memori
 







                         
Cara kerjanya adalah unit masukan meneriman informasi yang dikodekan dari operator manusia lewat alat-alat elektronik seperti papan letik pada suatu terminal video, atau dari komputer-komputer lain lewat jalur komunikasi digital. Informasi yang sudah diterima kemudian disimpan didalam memori untuk dipergunakan sewaktu-waktu atau dapat juga langsung diolah oleh rangkaian aritmatika dan logika untuk melakukan operasi yang diinginkan. Sistem pengolahan ditentukan oleh program yang disimpan dalam memori. Pada akhirnya seluruh kegiatan ini dikoordinasikan oleh unit kontrol.
Desain arsitektur komputer merupakan perancangan bagaimana sistem akan di distribusikan di antara komputer-komputer yang ada dan perangkat lunak dan perangkat keras apa yang  akan digunakan untuk masing-masing komputer. Dalam desain arsitektur terdapat 2 hal yang perlu diperhatikan yaitu (Alfatta, 2007): Spesifikasi dari software dan hardware kemudian deskripsi detail dari komponen software atau hardware.
 
Arsitektur Komputer lebih cenderung pada kajian atribut–atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer. Contohnya, set instruksi, aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O. Sebagai contoh apakah suatu komputer perlu memiliki instruksi pengalamatan pada memori merupakan masalah rancangan arsitektural. Apakah instruksi pengalamatan tersebut akan diimplementasikan secara langsung ataukah melalui mekanisme cache adalah kajian organisasional. Tujuan dari desain arsitektur komputer sendiri adalah untuk menentukan komponen perangkat lunak mana yang akan diinstal ke perangkat keras yang tersedia.

·         Struktur Kognisi Manusia
          Menurut Chaplin (2002) kognisi adalah konsep umum yang mencakup semua bentuk mengenal, termasuk di dalamnya mengamati, melihat, memperhatikan, memberikan, menyangka, membayangkan, memperkirakan, menduga dan menilai. Menurut Livingstone (2003), kognitif adalah kemampuan berpikir dimana yang menjadi objek berpikirnya terjadi pada diri sendiri. Kemudian ketika mendapatkan stimulus, Stimulus yang diterima tersebut oleh panca indera diubah menjadi input dan masuk ke penyimpanan sensoris. Dari penyimpanan sensori stimulus yang diterima disaring. Dalam penyaringan ini sstimulus dipilah menjadi informasi yang penting dan tidak. Informasi yang penting kemudian dilanjutkan ke proses pengenalan pola sementara informasi yang tidak penting dibuang. Informasi kemudian diidentifikasi dalam proses pengenalan pola dan diseleksi. Setelah itu informasi masuk ke memori jangka pendek dan dikeluarkan sebagai output. Selain itu informasi juga disimpan kedalam memori jangka panjang untuk disimpan dan dipanggil kembali. Dari penjelasan diatas maka arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan diantara keduanya. Selain itu keduanya memiliki persamaan dimana stimulus atau data yang diterima kemudian diolah untuk menjadi respon atau output dalam memori untuk dipanggil kembali.

Ø  Meskipun terdapat hubungan dan persamaan, komputer dan manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Seperti halnya yang dikatakan oleh Solso, Machlin & Machlin (2007) apa yang mampu dilakukan komputer dengan baik, pada umumnya tidak mampu dilakukan manusia dengan baik. Sebaliknya apa yang mampu dilakukan manusia dengan baik (menyusun generalisasi, membuat kesimpulan, memahami pola-pola yang kompleks, dan memiliki emosi) tidak mampu dilakukan komputer dengan sempurna (bahkan kadang-kadang computer tidak mampu melakukannya sama sekali).

Daftar Pustaka
Solso, R, L. Machlin O, H. Machlin, M, K. (2007). Psikologi Kognitif. Jakarta: Erlangga
Chaplin, J.P. (2002). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Alfatta, H. 2007. Analisis dan Perancangan Informasi. Yogyakarta: Andi Offset
Pitkin J, Peattie AB, Magowan BA. Obstetrics and Gynaecology.churchill
livingstone. 2003. 118-119.


#SIP Pengertian Sistem Informasi dan Sistem Informasi Psikologi

Andhika Mardani Putra
4PA08/10512746
Dalam tugas ini saya akan menjelaskan mengenai pengertian Sistem Informasi dan Sistem Informasi Psikologi, yang akan membahas tentang komponen-komponen serta fungsi-fungsi dari setiap objek. Untuk itu saya akan menjelaskan dasar dasar dari sistem informasi psikologi.

·         Sistem
Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu (Jogiyanto, 2005). Sementara itu menurut Sutedjo (2006), sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang membetuntuk satu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan maka sistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan yang membentuk suatu kesatuan untuk suatu tujuan tertentu.
·         Informasi
Informasi sangatlah penting bagi kehidupan khalayak banyak orang, menurut Jogiyanto (2005) informasi merupakan data yang diolah menjadi bentuk yang berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Sedangkan Informasi menurut Zulkifli (2003) “informasi adalah data yang sudah diproses menjadi bentuk yang berguna bagi pemakai, dan mempunyai nilai pikir yang nyata bagi pembuatan keputusan pada saat sedang berjalan atau untuk prospek masa depan.
Jadi kesimpulan dari sistem informasi adalah elemen-elemen yang saling berhubungan yang membentuk suatu kesatuan untuk suatu tujuan tertentu yang nantinya menghasilkan data yang diolah menjadi lebih berarti bagi yang menerimanya.
Komponen Sistem Informasi terbagi menjadi :
  1. Perangkat keras (hardware)
  2. Perangkat lunak (software) atau program
  3. Prosedur
  4. Orang
  5. Basis data (database)
  6. Jaringan komputer dan komunikasi data



·         Pengertian Psikologi
Psikologi berasal dari kata Psyche yang artinya Jiwa dan logos yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi, Psikologi berarti ilmu pengetahuan tentang jiwa atau ilmu jiwa. Muhibbin Syah (2001) menyimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun 2 kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Kemudian Dakir (1993) menyatakan bahwa psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya. Dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang jiwa dan juga tingkah laku pada manusia serta hubungannya dengan lingkungan.

·         Sistem Informasi Psikologi
Menarik kesimpulan dari pengertian diatas maka sistem informasi psikologi adalah elemen-elemen yang saling berhubungan yang membentuk suatu kesatuan untuk suatu tujuan tertentu yang nantinya menghasilkan perilaku individu yang nampak maupun yang tidak nampak secara langsung pada linngkungan di sekitar individu serta mengetahui proses mental yang terjadi pada individu sehingga mendapatkan suatu data yang nantinya data tersebut dapat diubah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu. Contoh pengaplikasian dari sistem informasi psikologi yaitu penggunaan teknologi dalam tes psikologi dan nantinya digunakan untuk mengolah data dari tes psikologi tersebut.

Daftar Pustaka

Sutedjo, Budi. (2006), Perencanaan dan Pembangunan Sistem Informasi Sistem Informasi, Yogyakarta: Penerbit Andi.
Dakir. 1993. Dasar-Dasar Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Jogiyanto. 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Muhibbinsyah. 2001. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Amsyah, Zulkifli. 2003. Manajemen Sistem Informasi. PT. Gramedia Pustaka 

Utama. Jakarta.




#SIP Etika Menulis Artikel Online

Andhika Mardani Putra
4PA 08/10512746

Dalam penulisan yang berjudul Etika Menulis Artikel Online ini, saya akan menjelaskan apa yang dimaksud etika dan juga artikel.

            Etika berasal dari kata ethos dalam bahasa Yunani kuno, yang berarti kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, atau cara berfikir. Bertens dalam Etika seri Filsafat Atma Jaya (1993:4) memaparkan pengertian etika dalam dalam bentuk jamak "ta etha" yang juga berarti adat kebiasaan. Menurut Warren (dalam Marfana 2007) etika adalah prinsip moral yang menjadi pedoman bagi tingkah laku seseorang. Sementara itu menurut Simorangkir (2003) etika adalah usaha yang sistematis dengan menggunakan rasio untuk menafsirkan pengalaman moral dan sosial individu sehigga dapat menetapkan aturan-aturan untuk mengedalikan perilaku manusia serta nilai-nilai yang berbobot untuk dapat dijadikan sasaran dalam hidup.
            Artikel, merupakan sebuah karangan yang faktual dan bertujuan untuk menyampaikan gagasannya atau suatu fakta yang bias mendidik. Menurut Sumadiria (2004) artikel adalah sebuah tulisan lepas yang berisikan opini atau pendapat seseorang yang mengupas tuntas tentang suatu masalah yang sifatnya aktual dan biasanya kontroversial dengan tujuan mempengaruhi, memberitahu, meyakinkan, dan menghibur pembaca. Sedangkan menurut Scull (1987) artikel adalah suatu bentuk karangan yang berisi analisis suatu fenomena alam atau social dengan maksud untuk menjelaskan siapa, apa, kapan, dimana, bagaimana, dan mengapa fenomena alam atau sosial tersebut terjadi.
            Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan ketika melakukan pembuatan artikel, penulis harus memperhatikan nilai-nilai serta perasaan dari para pembaca terkait dengan artikel yang kita buat. Karna sejatinya artikel berisi tentang fenomena-fenomena yang menjelaskan siapa, apa, kapan, dimana, bagaimana, dan mengapa fenomena alam atau sosial terjadi.
Berikut ini adalah beberapa etika menulis artikel online
·         Mampu mempertimbangkan bahwa tulisannya memiliki kemungkinan besar untuk dibaca oleh siapa saja.
·         Menggunakan kata kata yang mudah dimengerti pembaca
·         Tidak memiliki unsur SARA atau menjatuhkan seseorang, sebuah institusional maupun kultural.


Daftar Pustaka
Marfana, Erwin, 2007, Perbedaan Persepsi Etika Penyusunan Laporan Keuangan dan Manajemen Laba Terhadap Mahasiswa Akuntansi dan Non Akuntansi, Skripsi S-1, Universitas Budi Luhur, Jakarta.
Simorangkir, 2003, Etika: Bisnis, Jabatan, dan Perbankan, PT. Rineka Cipta, Jakarta.
Sumadiria, AS Haris. 2004. Jurnalistik Indonesia, Menulis Berita dan Feature. Bandung : Simbiosa Rekatama Media.
-------------------------. 2006. Bahasa Jurnalistik. Bandung : Simbiosa Rekatama Media
Schull, Sharon. 1987. Critical Reading and Writing for Advanced ESL Students, Prentice Hall, Inc. Eaglewood Cliffs. New Jersey.
K. Bertens. 1993. Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.