#SIP Arsitektur Komputer dan Struktur Kognisi Manusia
Andhika
Mardani Putra
4PA08/10512746
·
Arsitektur Komputer.
Tantangan yang dihadapi oleh individu
pada masa kini adalah adanya bermacam-macam komputer dan perkembangan yang
pesat dibidang komputer, namun demikian konsep dasar organisasi komputer telah digunakan
secara konsisten secara menyeluruh. Komputer adalah sebuah mesin hitung
elektronik yang secara cepat menerima informasi masukan digital dan mengolah
informasi tersebut menurut seperangkat instruksi yang tersimpan dalam komputer
tersebut dan menghasilkan keluaran informasi yang dihasilkan setelah diolah. Dibawah
ini adalah Unit fungsional dasar pada komputer.
![]() |
![]() |
||||
![]() |
|||||
Cara kerjanya adalah
unit masukan meneriman informasi yang dikodekan dari operator manusia lewat
alat-alat elektronik seperti papan letik pada suatu terminal video, atau dari
komputer-komputer lain lewat jalur komunikasi digital. Informasi yang sudah
diterima kemudian disimpan didalam memori untuk dipergunakan sewaktu-waktu atau
dapat juga langsung diolah oleh rangkaian aritmatika dan logika untuk melakukan
operasi yang diinginkan. Sistem pengolahan ditentukan oleh program yang
disimpan dalam memori. Pada akhirnya seluruh kegiatan ini dikoordinasikan oleh
unit kontrol.
Desain arsitektur komputer merupakan
perancangan bagaimana sistem akan di distribusikan di antara komputer-komputer
yang ada dan perangkat lunak dan perangkat keras apa yang akan digunakan
untuk masing-masing komputer. Dalam desain arsitektur terdapat 2 hal yang perlu
diperhatikan yaitu (Alfatta, 2007): Spesifikasi dari software dan hardware
kemudian deskripsi detail dari komponen software atau hardware.
Arsitektur
Komputer lebih cenderung pada kajian atribut–atribut sistem komputer yang terkait
dengan seorang programmer. Contohnya, set instruksi, aritmetika yang digunakan,
teknik pengalamatan, mekanisme I/O. Sebagai contoh apakah suatu komputer perlu
memiliki instruksi pengalamatan pada memori merupakan masalah rancangan
arsitektural. Apakah instruksi pengalamatan tersebut akan diimplementasikan
secara langsung ataukah melalui mekanisme cache adalah kajian organisasional. Tujuan dari desain
arsitektur komputer sendiri adalah untuk menentukan komponen perangkat lunak
mana yang akan diinstal ke perangkat keras yang tersedia.
·
Struktur Kognisi Manusia
Menurut
Chaplin (2002) kognisi adalah konsep umum yang mencakup semua bentuk mengenal,
termasuk di dalamnya mengamati, melihat, memperhatikan, memberikan, menyangka,
membayangkan, memperkirakan, menduga dan menilai. Menurut Livingstone (2003), kognitif
adalah kemampuan berpikir dimana yang menjadi objek berpikirnya terjadi pada
diri sendiri. Kemudian ketika
mendapatkan stimulus, Stimulus
yang diterima tersebut oleh panca indera diubah menjadi input dan masuk ke penyimpanan sensoris. Dari penyimpanan sensori
stimulus yang diterima disaring. Dalam penyaringan ini sstimulus dipilah
menjadi informasi yang penting dan tidak. Informasi yang penting kemudian
dilanjutkan ke proses pengenalan pola sementara informasi yang tidak penting
dibuang. Informasi kemudian diidentifikasi dalam proses pengenalan pola dan
diseleksi. Setelah itu informasi masuk ke memori jangka pendek dan dikeluarkan
sebagai output. Selain itu informasi juga disimpan kedalam memori jangka panjang untuk disimpan dan dipanggil kembali. Dari
penjelasan diatas maka arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia dapat disimpulkan
bahwa terdapat hubungan diantara keduanya. Selain itu keduanya memiliki
persamaan dimana stimulus atau data yang diterima kemudian diolah untuk menjadi
respon atau output dalam memori untuk dipanggil kembali.
Ø Meskipun terdapat hubungan
dan persamaan, komputer dan manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya
tersendiri. Seperti halnya yang dikatakan oleh Solso, Machlin & Machlin (2007)
apa yang mampu dilakukan komputer dengan baik, pada umumnya tidak mampu
dilakukan manusia dengan baik. Sebaliknya apa yang mampu dilakukan manusia
dengan baik (menyusun generalisasi, membuat kesimpulan, memahami pola-pola yang
kompleks, dan memiliki emosi) tidak mampu dilakukan komputer dengan sempurna
(bahkan kadang-kadang computer tidak mampu melakukannya sama sekali).
Daftar Pustaka
Solso, R, L. Machlin O, H.
Machlin, M, K. (2007). Psikologi Kognitif. Jakarta: Erlangga
Chaplin, J.P. (2002). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: PT
Raja Grafindo Persada
Alfatta, H. 2007. Analisis dan
Perancangan Informasi. Yogyakarta: Andi Offset
Pitkin J, Peattie AB,
Magowan BA. Obstetrics and Gynaecology.churchill
livingstone.
2003. 118-119.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar