Control Dalam Manajemen.
Fungsi Pengendalian/pengawasan merupakan suatu unsur manajemen untuk
melihat apakah segala kegiatan yang dilaksanakan telah sesuai dengan rencana
yang digariskan dan disamping itu merupakan hal yang penting pula untuk
menentukan rencana kerja yang akan datang.
Ada beberapa defini dari
para ahli:
1. Konntz dan O’Donnell (1964), mengartikan bahwa pengendalian atau pengawasan adalah
pengukuran atau perbaikan terhadap pelaksanaan kerja bawahan agar
rencana-rencana yang telah dibuat untuk mencapai tujuan organisasi dapat
terselenggara dengan baik. Dalam uraian tersebut menggambarkan bahwa
pengendalian atau pengawasan dapat dirumuskan sebagai proses penentuan apa yang
akan dicapai, yaitu standar apa yang sedang dilakukan berupa; pelaksanaan, dan
bila mana perlu melakukan perbaikan-perbaikan, sehingga pelaksanaannya sesuai
dengan rencana yang ditetapkan.
2. George R. Terry, menyatakan
bahwa pengawasan adalah proses penentuan apa yang akan dicapai , yaitu standar,
apa yang sedang dihasilkan, yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan dan bila
perlu mengambil tindakan korektif sehingga pelaksanaan dapat berjalan sesuai
rencana, yaitu sesuai standar. Juga merumuskam pengendalian (controlling)
sebagai suatu usaha untuk meneliti kegiatan-kegiatan yang telah akan
dilaksanakan.
Dapat di simpulkan bahwa adanya hubungan yang erat antara
perencanaan dan pengendalian. Perencanaan adalah suatu proses dimana tujuan
organisasi dan metode untuk mencapai tujuan di tetapkan sedangkan pengendalian
adalah proses yang mengukur dan mengarahkan kinerja aktual kepada tujuan yang
direncanakan organisasi.
Ada 4 elemen dasar dalam sistem kontrol, yaitu:
1.
Karakteristik atau
kondisi yang akan dikontrol
2.
Sensor
3.
Komparator
4.
Aktivator
Elemen ini dapat di artikan sebagai
berikut:
1.
Elemen yang pertama,
karakteristik atau kondisi dari sistem yang akan dikontrol. Karakteristik dapat
berupa output dari sistem tahap pemrosesan atau mungkin suatu kondisi yang
merupakan hasil dari sistem.
2.
Elemen yang kedua
adalah kontrol adalah sensor, merupakan sarana untuk mengukur karakteristik
atau kondisi
3.
Elemen ketiga kontol
adalah komparator, menentukan kebutuhan koreksi dengan membandingkan apa yang
terjadi dengan apa yang telah di rencanakan.
4.
Elemen keempat kontrol
adalah aktivator, adalah tindakan korektif diambil untuk mengembalikan sistem
ke output yang di harapkan.
Sumber:
Henri Fayol (1949). General and
Industrial Management. New York: Pitman Publishing. pp. 107-109. Dari http://en.wikipedia.org/wiki/Control_%28management%29,
24 November 2013
Robert J. Mockler (1970).Readings in
Management Control. New York: Appleton-Century-Crofts. pp. 14-17. Dari http://en.wikipedia.org/wiki/Control_%28management%29,
24 November 2013
Richard Arvid Johnson (1976).
Management, systems, and society: an introduction. Pacific Palisades,Calif.:GoodyearPub.Co.pp.148-152Dari
http://en.wikipedia.org/wiki/Control_%28management%29,
24 November 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar