Selasa, 13 Januari 2015

Control Dalam Manajemen.
Fungsi Pengendalian/pengawasan merupakan suatu unsur manajemen untuk melihat apakah segala kegiatan yang dilaksanakan telah sesuai dengan rencana yang digariskan dan disamping itu merupakan hal yang penting pula untuk menentukan rencana kerja yang akan datang.
Ada beberapa defini dari para ahli:
1.     Konntz dan O’Donnell (1964), mengartikan bahwa pengendalian atau pengawasan adalah pengukuran atau perbaikan terhadap pelaksanaan kerja bawahan agar rencana-rencana yang telah dibuat untuk mencapai tujuan organisasi dapat terselenggara dengan baik. Dalam uraian tersebut menggambarkan bahwa pengendalian atau pengawasan dapat dirumuskan sebagai proses penentuan apa yang akan dicapai, yaitu standar apa yang sedang dilakukan berupa; pelaksanaan, dan bila mana perlu melakukan perbaikan-perbaikan, sehingga pelaksanaannya sesuai dengan rencana yang ditetapkan.
2.     George R. Terry, menyatakan bahwa pengawasan adalah proses penentuan apa yang akan dicapai , yaitu standar, apa yang sedang dihasilkan, yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan dan bila perlu mengambil tindakan korektif sehingga pelaksanaan dapat berjalan sesuai rencana, yaitu sesuai standar. Juga merumuskam pengendalian (controlling) sebagai suatu usaha untuk meneliti kegiatan-kegiatan yang telah akan dilaksanakan.
Dapat di simpulkan bahwa adanya hubungan yang erat antara perencanaan dan pengendalian. Perencanaan adalah suatu proses dimana tujuan organisasi dan metode untuk mencapai tujuan di tetapkan sedangkan pengendalian adalah proses yang mengukur dan mengarahkan kinerja aktual kepada tujuan yang direncanakan organisasi.
Ada 4 elemen dasar dalam sistem kontrol, yaitu:
1.    Karakteristik atau kondisi yang akan dikontrol
2.    Sensor
3.    Komparator
4.    Aktivator

Elemen ini dapat di artikan sebagai berikut:
1.      Elemen yang pertama, karakteristik atau kondisi dari sistem yang akan dikontrol. Karakteristik dapat berupa output dari sistem tahap pemrosesan atau mungkin suatu kondisi yang merupakan hasil dari sistem.
2.      Elemen yang kedua adalah kontrol adalah sensor, merupakan sarana untuk mengukur karakteristik atau kondisi
3.      Elemen ketiga kontol adalah komparator, menentukan kebutuhan koreksi dengan membandingkan apa yang terjadi dengan apa yang telah di rencanakan.
4.      Elemen keempat kontrol adalah aktivator, adalah tindakan korektif diambil untuk mengembalikan sistem ke output yang di harapkan.
Sumber:
Henri Fayol (1949). General and Industrial Management. New York: Pitman Publishing. pp. 107-109. Dari http://en.wikipedia.org/wiki/Control_%28management%29, 24 November 2013
Robert J. Mockler (1970).Readings in Management Control. New York: Appleton-Century-Crofts. pp. 14-17. Dari http://en.wikipedia.org/wiki/Control_%28management%29, 24 November 2013
Richard Arvid Johnson (1976). Management, systems, and society: an introduction. Pacific Palisades,Calif.:GoodyearPub.Co.pp.148-152Dari http://en.wikipedia.org/wiki/Control_%28management%29, 24 November 2013













Tidak ada komentar:

Posting Komentar