Senin, 28 Desember 2015

#SIP Artificial Intelligence.\

Sejarah Kecerdasan Buatan (AI), tahun 1950-an Alan Turing, seorang pionir AI dan ahli matematika inggris melakukan percobaan yang dinamakan Turing Test yaitu sebuah komputer melalui terminalnya ditempatkan pada jarak jauh. Di ujung yang satu ada terminal dengan software AI dan di ujung lain ada sebuah terminal dengan seorang operator. Operator itu tidak mengetahui kalau di ujung terminal lain dipasang software AI. Mereka berkomunikasi dimana terminal di ujung memberikan respon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan operator. Dan sang operator itu mengira bahwa ia sedang berkomunikasi dengan operator lainnya yang berada pada terminal lain. Turing beranggapan bahwa jika mesin dapat membuat seseorang percaya bahwa dirinya mampu berkomunikai dengan orang lain, maka dapat dikatakan bahwa mesin tersebut cerdas (seperti layaknya manusia).
Kecerdasan buatan adalah salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin/ komputer dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia (Kusumadewi, 2003).
Sedangkan Kristanto menyatakan bahwa kecerdasan buatan adalah bagian dari ilmu pengetahuan komputer yang khusus ditujukan dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam sistem kecerdasan komputer. Sistem memperlihatkan sifatsifat khas yang dihubungkan dengan kecerdasan dalam kelakuan yang sepenuhnya bisa menirukan beberapa fungsi otak manusia, seperti pengertian bahasa, pengetahuan, pemikiran, pemecahan masalah dan sebagainya (Kristanto, 2004).
Hal senada juga dijelaskan oleh Rich dan Knight (dalam Kusrini, 2006) yang mendefinisikan kecerdasan buatan (AI) sebagai sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.
Menurut Winston dan Prendergast (1984), tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah:
a. Membuat mesin menjadi lebih pintar.
b. Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu.
c. Membuat mesin menjadi lebih berguna.
Dalam hal ini kaitan kecerdasan buatan dengan kognisi manusia yaitu, kecerdasan buatan diciptakan oleh manusia, dioperasikan juga oleh manusia. Jadi, erat sekali hubungan kecerdasan buatan (AI) dengan kognisi manusia. Manusia menciptakan kecerdasan buatan (AI) disesuaikan dengan cara kerja otak manusia, namun AI membutuhkan perintah dari manusia terlebih dahulu untuk melaksanakan tugasnya, berbeda dengan kerja otak manusia yang sudah disebutkan dalam perbandingan AI dengan kognisi manusia di atas.


Daftar Pustaka
Kusumadewi, S. 2003. Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kusrini. 2006. Sistem Pakar, Teori dan Aplikasi.Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET.
Kristanto, Andri. 2004. Kecerdasan Buatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar